ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF PADA PT TRANS
ASIA PACIFIC (TRANSASPAC)
Disusun Oleh
:
Ana Rosyidah
(4114004) A
Dosen Pengampu :
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG
FAKULTAS TEKNIK PRODI
SISTEM INFORMASI
TAHUN
AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur
kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporanTugas Akhir ini. Maksud dan tujuan dari penulisan laporan
ini adalah untuk memenuhi persyaratan UAS
pada mata kuliah Sistem Informasi
Eksekutif Program Studi Strata I pada
Jurusan Sistem Informasi di Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
Penulis merasa bahwa dalam menyusun laporan ini masih menemui beberapa kesulitan dan
hambatan, disamping itu juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh
dari sempurna dan masih banyak kekurangan-kekurangan lainnya, maka dari itu
penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak.
Akhir kata, semoga Allah SWT
senantiasa melimpahkan karunia-Nya dan membalas segala amal budi serta kebaikan
pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini dan semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak
yang membutuhkan.
|
|
Jombang,
20 januari 2017
|
|
|
Penulis
|
|
ABSTRAK
PT Trans Asia Pacific (TRANSASPAC) adalah perusahaan penyedia
jasa freight forwarding / jasa transportasi, logistic dan pengurusan kepabeanan
(PPJK / EMKL). Layanan jasa customs clearance baik export maupun import,
dipelabuhan tanjung perak surabaya. PT Trans Asia Pacific menjadi anggota
asosiasi logistic dan kepabeanan. Untuk itu PT Trans Asia Pacific memerlukan
suatu sistem yang dapat memberikan suatu pelaporan yang dapat mewakili seluruh
devisi.
Sistem
informasi eksekutif (SIE) adalah salah satu jenis sistem informasi manajemen
yang digunakan dalam pelaporan pada bagian top management. Informasi yang
dihasilkan dari sistem informasi eksekutif nantinya akan dijadikan pertimbangan
dalam mengambil keputusan pada top management pada PT Trans Asia Pacific.
Dengan
adanya sistem informasi eksekutif tersebut, akan tampak kelebihan-kelebihan
menggunakan sistem informasi yang terintegrasi, yaitu dalam proses penyimpanan
data, kecepatan waktu yang dibutuhkan dan informasi yang dihasilkan. Data yang
disimpan menjadi lebih optimal, mencegah penyimpanan ganda, sehingga dapat
mempercepat waktu akses dan mampu menghasilkan dokumen-dokumen serta
laporan-laporan akurat yang dibutuhkan dalam PT Trans Asia Pacific. Dengan
demikian informasi yang dihasilkan dapat menunjang keputusan tidak terkecuali
bagi departmen-departmen lain yang membutuhkan.
Tampilan
dalam sistem informasi eksekutif menggunakan diagram atau grafik yang
memudahkan bagi top management dalam membandingkan hasil laporan sehingga dapat
mengambil keputusan yang tepat dan akurat.
Kata
Kunci : Analisa
SIE, Eksekutif, Perusahaan Ekspor-Import, Forwarding
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era teknologi informassi penerapan sistem informasi terhadap
suatu perusahaan sangat diperlukan. Dengan adanya sistem informassi dapat
mempermudah dalam proses pengolahan data sehingga dapat menghasilkan informasi
yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh
sistem informasi adalah sistem informasi eksekutif pada perusahaan
ekspor-import di indonesia.
Sistem informasi eksekutif sangat berguna sekali karena memudahkan
para petinggi melihat perkembangan perusahaannya secara real time, selain itu
sistem informasi eksekutif juga memberikan fasilitas Drill Down, yaitu
memberikan informasi yang semakin detail (Model Mengkrucut). Jadi petinggi atau
top management mencari apa yang membuat bisnisnya tambah sukses dan kenapa
bisnisnya mengalami penurunan. Alasan inilah yang memicu munculnya sistem
informasi eksekutif.
Salah satu perusahaan export import di indonesia adalah PT Trans
Asia Pacific. PT Trans Asia Pacific merupakan perusahaan penyedia jasa freight
forwarding atau jasa transportasi. Jasa freight forwarding yaitu usaha jasa
pengurusan transportassi dalam menunjang kegiatn usaha yang ditujukan mengurus
semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan
barang melalui transportasi darat, laut dan udara yang dapat mencakup kegiatan
penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, pengukuran dan lain sebagainya
berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai pada yang berhak
menerima. Dengan sebuah sistem informasi perusahaan dapat mengetahui tingkat
produktivitas, kemajuan dan aktivitas yang terjadi pada perusahaan. Oleh sebab
itu perusahaan perlu mengimplementasikan sebuah sistem informasi eksekutif yang
dapat mengolah dan merangkum data perusahaan. Sehingga data hasil pengolahan
data tersebut dapat dijadikan top management sebagai acuan dalam mengambil
keputusan bagi perusahaan.
Dari latar belakang tersebut penulis ingin melakukan penelitian
dengan judul “ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF PADA PT TRANS ASIA
PACIFIC (TRANSPAC) ” dengan harapan
dapat mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari implementasi atau
penerapan sistem informasi eksekutif di perusahaan tersebut.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas dapt dirumuskan
suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apakah terdapat pengaruh dari penerapan sistem informasi eksekutif
pada PT Trans Asia Pacific ?
2.
Pengaruh apa saja yang ditimbulkan dari penerapan sistem informasi
eksekutif ?
3.
Apa kelebihan dan kekurangan dari penerapan sistem informasi
eksekutif pada PT Trans Asia Pacific?
1.3
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan dan
manfaat dari penelitian ini diantaranya adalah :
1.
Mengetahui ada dan tidaknya pengaruh dari penerapan sistem
informasi eksekutif pada PT Trans Asia Pacific
2.
Mengetahui pengaruh apa saja yang ditimbulkan dari penerapan sistem
informasi eksekutif pada PT Trans Asia Pacific
3.
Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari penerapan sistem informasi
eksekutif pada PT Trans Asia Pacific
1.4
Batasan Masalah
Agar pembahasan dalam penelitian ini lebih terarah dan tidak
melebar, maka dalam penelitian ini membatasi masalah pada analisis penerapan
sistem informasi pada PT Trans Asia Pacific, tidak membahas sistem informasi
yang lain.
1.5
Metodologi Pengumpulan Data
Metodologi pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan laporan
ini adalah metode pustaka yaitu Proses pengumpulan data tentang sistem
informasi eksekutif yaitu dengan
mengumpulkan berbagai sumber yang berhubungan dengan sistem informasi eksekutif
baik dari buku, jurnal maupun dari
internet.
1.6
Sistematika Penulisan
BAB
I PENDAHULUAN
Bab ini
menjelaskan tentang pendahuluan yang meliputi tentang latar belakang, rumusan
masalah, tujuan dan manfaat, batasan masalah, metodologi serta sistematika
penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini.
BAB
II LANDASAN TEORI
Bab ini
menjelaskan tentang landasan teori yang digunakan dalam penyusunan laporan ini
meliputi teori-teori yang digunakan dalam penulisan laporan.
BAB
III PEMBAHASAN
Bab ini
menjelaskan tentang gambaran umum perusahaan, teknologi informasi, struktur
orgnisasi pasa PT Trans Asia Pacific
BAB
IV ANALISA SISTEM
Bab ini
menjelaskan tentang analisis sistem informasi eksekutif pada PT Trans Asia Pacific serta menjelaskan
kelemahan dan kelebihan sistem informasi eksekutif di perusahaan tersebut.
BAB
V PENUTUP
Bab ini
menjelaskan tentang kesimpulan dan saran dari hasil analisis penerapan sistem
informasi eksekutif pada PT Trans Asia
Pacific.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Pengertian Sistem Informasi
pengertian
sistem informasi menurut ahli diantaranya adalah :
a. Jogiyanto (2005:11) dalam bukunya yang berjudul
Analisis dan Desain Sistem InformasiSistem informasi adalah suatu sistem di
dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan - laporan yang
diperlukan.
b. Kertahadi (2007) mengatakan bahwa Sistem Informasi
adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi
penerimanya. Tujuannya ialah untuk memberikan informasi dalam perencanaan,
memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi
dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.
2.2.
Pengertian Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) atau Executive Information System
(EIS) merupakan tipe khusus dari SPK (Sistem Pendukung Keputusan). SIE
merupakan suatu sistem informasi yang dirancang khusus bagi para eksekutif atau
manajer dalam suatu perusahaan atau organisasi. SIE didesain secara unik untuk
memudahkan eksekutif dalam menganalisa informasi yang kritis pada operasi
keseluruhan dari sebuah organisasi, dan yang dapat mendukung strategi proses
pembuatan keputusan yang dilakukan oleh para eksekutif. Secara internal sistem
informasi eksekutif bertujuan untuk membantu menganalisa informasi agar lebih
mudah dan tepat waktu dalam mengambil keputusan, membandingkan dan menyoroti
kecenderungan di dalam variable penting, memonitor capaian hasil akhir,
mengidentifikasi permasalahan dan peluang, menyediakan kebutuhan data terbaru
dan informasi yang akurat dengan memberikan kemudahan akses informasi internal
(operasi dan penampilan dari organisasi) dan eksternal (aktifitas para
competitor itu sendiri, para customer dan para supplier) yang relevan,
menemukan tujuan yang strategis dari organisasi.
Lebih khususnya
sebuah SIE dapat digunakan untuk membantu mendapatkan kebenaran dan
gambaran secara
cepat, selain itu juga dapat digunakan untuk melihat trend (kecenderungan dari
suatu grafik), menawarkan pelaporan yang kuat, mempunyai kemampuan dril-down
(kemampuan untuk melihat informasi yang lebih detail), dan memberikan tampilan
grafik dan antarmuka yang mudah dipakai user (Santosa, 1994). Grafik dapat
dibedakan menjadi tiga jenis diagram yaitu :
1. Diagram
garis digunakan untuk menunjukan perubahan nilai dari sederetan data relatif
terhadap waktu, karena diagram garis biasanya digunakan untuk menunjukkan
kecenderungan atau trend.
2. Diagram
batang digunakan untuk menyajikan nilai relatif terhadap data yang lain. Misal,
eksekutif ingin
melihat grafik pendaftar per tahun dan per gelombang.
3. Diagram roti
(pie) biasanya digunakan untuk menggambarkan besarnya prosentase
data.(Santosa,1994).
Beberapa
pendapat lain mengenai sistem informasi eksekutif dikemukakan oleh beberapa
ahli.
Menurut Abdul
kadir (2003) pengertian dari Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information
System atau EIS) terkadang disebut sebagai sistem pendukung eksekutif
(Executive Support System atau ESS). Sistem ini merupakan sistem informasi yang
menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi manajer dan ekesekutif dalam
mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengidentifikasi
masalah atau mengenali peluang.
Menurut
Jogianto (2003) pengertian dari Sistem Informasi Eksekutif adalah sistem
informasi yang digunakan oleh manajer tingkat atas untuk membantu pemecahan
masalah tidak terstrukutur (unstructured), karena SIE mempunyai karakteristik
yang khusus.
Menurut McLeod
(2001) Sistem Informasi Eksekutif merupakan suatu sistem yang khusus dirancang
bagi manajer tingkat perencanaan strategis yang menyediakan informasi bagi
eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan. Informasi dapat diambil
dengan mudah dan dalam berbagai tingkat rincian. Informasi dapat ditampilkan
dengan bentuk grafik, tabel, atau narasi.
Berbeda dengan
tipe sistem informasi yang lain, pada dasarnya EIS tidak dirancang untuk menyelesaikan
masalah tertentu. EIS dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang
diperlukan manakala mereka membutuhkannya dan dalam bentuk apa pun yang paling
bermanfaat. Sebagai implementasinya, pemakai EIS dapat memilih format grafik,
mengatur tampilan informasi yang dikehendaki, dan
mengetahui
pemicu laporan perkecualian. Kemampuan drilldown yang tersedia pada sistem ini
memungkinkan 3 eksekutif dapat melihat rinci suatu informasi (Abdul Kadir
2003).
Mengapa
harus EIS. Karena eksekutif memerlukan informasi baik internal
maupun
external. Oleh sebab itu EIS lah yang dapat memenuhi kebutuhan eksekutif
ini. Sesuai
apa yang disimpulkan oleh Watson, et al [1991] tentang konsep mengapa
diperlukan
EIS adalah sebagai berikut sesuai dengan keperluan :
a. Eksternal
-
meningkatkan persaingan
- dengan
cepat mengantisipasi perubahan lingkungan
- kebutuhan
untuk menjadikan lebih proaktif
- kebutuhan
untuk mengakses database external
-
meningkatkan regulasi pemerintah
b. Internal
- kebutuhan
informasi yang tepat
- kebutuhan
perbagikan komunikasi
- kebutuhan
mengakses data operasional
- kebutuhan
meng-update status pada aktifitas yang berbeda
- kebutuhan
untuk meningkatkan keefektifan
- kebutuhan
untuk mengenal data historis
- kebutuhan
untuk mengakses data perusahaan
- kebutuhan untuk informasi yang lebih akurat
2.3.
Pengertian Analisis Sistem
a. Menurut Mardi (2011:124) menjelaskan analisis sistem adalah proses
kerja untuk menguji sistem informasi yang sudah ada dengan lingkungannya
sehingga diperoleh petunjuk berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan
dalam meningkatkan kemampuan sistem.
b. Menurut Jimmy L.Goal (2008:73), Analisis sistem adalah sebagai
penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan yang terjadi dan
kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
2.4.
Penerapan / Implementasi Sistem Informasi Pada Perusahaan
a. Menurut Nurdin
Usman dalam bukunya yang berjudul Konteks Implementasi berbasis kurikulum
(2002:70) implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan atau
adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi
suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan.
b. Menurut Guntur Setiawan dalam bukunya yag berjudul Implementasi
dalam Birokrasi Pembangunan (2004:39) Implementasi adalah perluasan aktivitas
yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk
mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif.
Sistem informasi secara umum mempunyai beberapa peranan dalam perusahaan,
diantaranya sebagai berikut :
1.
Minimize Risk
Setiap bisnis mamili resiko terutama berkaitan dengan keuangan.
Resiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal
lain yang berada diluar control perusahaan. Saat ini berbagai jenis apliksdi
telah tersedia untuk mengurangi resiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti
forecasting, financial advisory, planning expert dan lain-lain. Kehadiran
teknologi informasi selain harus mampu membantu perusahaan dalam mengurangi
resiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu manajemen
dalam mengelola resiko yang dihadapi.
2.
Reduce Costs
Peranan terknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai
usaha pengurangan biaya-biya operasional perusahaan sehingga akan berpengaruh
pada laba yang didapatkan atau dihasilkan perusahaan.
3.
Add Value
Peranan teknologi informasi lainnya adalah untuk menciptakan value
bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar
untuk memutuskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas
sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka
panjang.
4.
Create New Realities
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan
pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru
bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacam e-commerce,
eprocurement e-customer, e-loyality dan lain-lainnya. Pada dasarnya merupakan
cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi
informasi.
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam
pengimplementasian sistem :
1.
Konversi ke system baru, proses transisi dari system
informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras,
perangkat lunak, dan file. Ada 4 strategi untuk melakukan konversi, yaitu :
·
Implementasi langsung : pengguna hanya berhenti
menggunakan sistem yang lama dan mulai menggunakan yang baru.
·
Implementasi paralel : Sistem lama dan sistem yang
baru berjalan berdampingan sampai sistem baru menunjukkan kehandalannya di saat
sistem lama tidak berfungsi lagi.
·
Implementasi bertahap : bagian-bagian dari sistem baru
dibuat dalam fase terpisah pada waktu yang berbeda (parallel) atau sekaligus
dalam kelompok-kelompok (langsung).
·
Implementasi pilot : seluruh sistem dicoba, namun
hanya oleh beberapa pengguna. Setelah kehandalannya terbukti barulah sistem
bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.
2.
Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa
digunakan membuat pengguna membuat pengguna mengenal sistem baru dengan
baik,dari dokumentasi hingga video tape hingga pelatihan diruang kelas secara
langsung ataupun satu per satu.
2.5.
Pengertian Ekspor Import
Menurut Departemen Jenderal Perdagangan Internasional,
Kebijaksanaan Umum Perdagangan
Internasional Departemen Perindustrian dan Perdagangan Yang dimaksud dengan
ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah Pabean. sedangkan yang
dimaksud dengan eksportir adalah perusahaan atau perorangan yang melakukan
kegiatan ekspor.
Sedangkan menurut Ibid dalam bukunya di halaman 54 Impor adalah
kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Perusahaan atau perorangan yang
melakukan kegiatan impor tersebut disebut dengan Importir.
Ibid juga menjelaskan Yang dimaksud dengan daerah pabean adalah
wilayah Republik Indonesia
yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara diatasnya, serta
tempattempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Gambaran Umum PT Trans Asia Pacific
PT Trans Asia Pacific merupakan salah satu perusahaan dalam bidang
export import di indonesia. Perusahaan yang bertempat di pelabuhan tanjung
perak surabaya ini termasuk perusahaan yang aktif bergerak dalam export import
di indonesia baik itu jasa forwarding/ jasa transportasi, logistic, dan
kepengurusan kepabeanan (PPJK/EMKL). Tidak hanya itu saja PT Trans Asia Pacific
juga menyediakan jasa customs cleareance baik export maupun import.
Jasa freight forwarding itu sendiri bisa dikatakan sebagai agent
shipping / agent carrier yaitu suatu perusahaan yang bergerak dalam mengurus
pengiriman barang export dan import atau bisanya disebut juga sebagai
perusahaan yang menawarkan jasa pengiriman / penerimaan cargo untuk tujuan
export maupun import. Jadi bisa dikatakan PT Trans Asia Pacific merupakan perusahaan yang memiliki usaha jasa
kepengurusan transportasi. Dalam menunjang kegiatan usaha yang ditujukan
mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan
penerimaan barang melalui transportasi darat, laut, dan udara yang dapat
mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, pengukuran,
penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan,
perhitungan biaya angkutan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman
barang-barang tersebut sampai dengan diterima oleh yang berhak menerimanya.
Dengan kata lain PT Trans Asia Pacific memastikan bahwa barang yang dikirimkan
akan sampai pada orang yang berhak menerinya.
PT Trans Asia Pacific juga menjadi anggota asosiasi logistic dan
forwarding indonesia atau disingkat dengan ALFI dan juga menyediakan jasa
transportasi logistic dan kepabeanan diantaranya:
1.
Ocean freight forwarding and custom clearance export import
2.
Custom clearance dan ocean
freight
3.
Handling custom clearance and ocean freight
3.2
Jasa Yang Ditawarkan Oleh PT Trans Asia Pacific
Seperti yang jelaskan sebelumnya bahwa PT Trans Asia Pacific
menyediakan jasa transportasi logistic dan kepabeanan diantaranya:
1.
Ocean freight forwarding and custom clearance export import
Ocean Freight
memiliki arti biaya pengiriman barang dengan menggunakan kapal laut
Sedangkan Custom
Clearence export import yaitu proses administrasi pengiriman dan atau
pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan
Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.
2.
Custom clearance dan ocean
freight
Yaitu jasa
pengurusan dokument dipelabuhan dan permintaan harga export
3.
Handling custom clearance and ocean freight
Yaitu pengendalian
jasa kepengurusan dokument atau administrasi pengiriman dipelabuhan
1.
Halaman Utama / beranda
2.
Produk yang ditawarkan PT Trans Asia Pacific
3.
Jasa Ocean Freight
4.
Jasa Pengurusan Dokumen Di Pelabuhan & Permintaan
5.
Custom Clearance & Ocean Freight
BAB IV
ANALISA SISTEM
4.1 Analisa Sistem
Analisis sistem dilakukan untuk mengetahui ada dan tidaknya
pengaruh penerapan sistem informasi eksekutif pada perusahaan yang bergerak di
bidang export import yaitu pada PT Trans Asia Pacific. Dengan adanya sistem
informasi eksekutif maka dapat membantu top management pada PT Trans Asia
Pacific untuk mengambil keputusan dan kebijakan perusahaan.
4.1.1
Analisis Sistem Manual dalam perusahaan
Sebelum menerapkan sistem informasi
dalam pelaporan top managent, PT Trans
Asia Pacific masih menggunakan pencatatan pelaporan secara manual. Sebelumnya karyawan
akan melakukan pengolahan dan perhitungan
data secara manual dengan software microsoft excel. selain itu
perhitungan secara manual dapat menimbulkan kesalahan dan redudansi data. Hal
itu kurang efektif dan efisien dikarenakan dapat memakan waktu yang cukup lama.
Sehingga proses pelaporan menjadi terlambat. Oleh sebab itu perusahaan
memerlukan sebuah sistem yang dapat terintegrasi dengan semua devisi dan dapat
memberikan suatu laporan yang singkat tapi dapat mewakili seluruh keadaan
devisi pada perusahaan.
4.1.2
Analisa Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan
komponen dan sumber daya yang diperlukan untuk menyediakan informasi dan
mendukung fungsi-fungsi organisasi. Dengan berkembangnya teknologi informasi
dan komunikasi serta makin kompleks nya operasional bisnis, maka sistem
informasi mutlak memerlukan bantuan komputer (computer-based inforrmation system).
Sistem informasi harus dapat mendukung strategi bisnis organisasi, proses
bisnis, struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan nilai bisnis dari
organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis (Silver, Lyne Markus
and Cynthia, 1995).
Sistem Informasi Eksekutif merupakan sistem
informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan
(input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu
dalam suatu kegiatan top
management. Tujuan Umum Sistem Informasi
Manajemen :
·
Menyediakan informasi yang
dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk,dan tujuan lain yang
diinginkan manajemen.
·
Menyediakan informasi yang
dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan
berkelanjutan.
·
Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan
Sistem informasi terdiri dari komponen- komponen yang disebut
blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen
model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen
software, komponen basis data, komponen kontrol, dan komponen jaringan. Semua
komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
kesatuan untuk mencapai sasaran.
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input
disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,
yang dapat berupa dokumendokumen dasar. Jadi
inputan dilakukan mulai dari proses validasi dokumen-dokumen perusahaan yang
dibutuhkan sebelum mengirimkan pesanan barang kepada para penerima. Dalam
proses ini PT Trans Asia Pacific Hanya menjelaskan pola umumnya saja tanpa
menjelaskan detailnya.
2. Komponen Proses
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan pada PT
Trans Asia Pacific. Jadi komponen ini mengolah hasil inputan
data pada PT Trans Asia Pacific
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan
informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai
sistem. Hasil dari
komponen output ini lah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan
untuk mengambil keputusan pada bagian top management di PT Trans Asia Pacific.
4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital
bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database
atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar
dan mempermudah kerja dari sistem informasi. Beberapa komponen hardware yang digunakan
perusahaan diantaranya : PC, Printer, VPN
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan
memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi. Beberapa komponen software yang digunakan
perusahaan diantaranya : internet browser seperti Mozila Firefox, Chrome, opera
dan lain-lain.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling
berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras
komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu
disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi
yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk
efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi
menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management
System).
8. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana
alam, api,temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan – kegagalan
sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakink an bahwa hal-hal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi
kesalahan- kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
9. Komponen Jaringan
Untuk menghubungkan komputer- komputer perangkat keras dalam
sebuah kesatuan diperlukan media untuk menghubungi antara hardware dan software
sistem informasi yang digunakan di suatu perusahaan. Komponen jaringan terdiri
dari hardware dan software jaringan. Hardware komponen jaringan berupa kartu
penghubung jaringan (Network Interface Card), media penghubung jaringan,
HUB(konsentrator), repeater, bridge, dan router. Komponen software jaringan
berupa sistem operasi jaringan, network adapter drive, dan protokol jaringan.
4.1.3
Analisis Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi Pada Perusahaan
Export Import
Kehadiran
sistem teknologi informasi akan memberikan begitu banyak pengaruh terhadap
sebuah organisasi, bukan hanya pada organisasi namun pengaruh tersebut meluas
hingga proses bisnis dan transaksi organisasi. Bagaiman semua sistem teknologi
informasi yang diterapkan pada organisasi dapat dikategorikan sukses, dan
bagaimana organisasi dapat mengetahui kesuksesan sistem teknologi informasi
yang diterapkan dan bagaimana membuat sistem teknologi informasi menjadi
sukses.
Banyak
penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang
menyebabkan kesuksesan sistem teknologi informasi. Salah satu penelitian yang
terkenal di area ini adalah penelitian yang dilakukan oleh DeLone & McLean
(1992). Model kesuksesan sistem teknologi informasi yang dikembankan oleh
DeLone & McLean (1992) cepat mendapat tanggapan. Salah satu sebabnya adalah
model mereka merupakan model yang sederhana tetapi dianggap cukup valid.
Proses
desain sistem informasi diharapkan dapat berfungsi secara efektif. Keefektifan
ini juga menandakan bahwa pengembangan sistem informasi tersebut sukses. Namun,
sebagaimana diakui Laudon (2000), menggambarkan kesuksesan sistem merupakan hal
yang sulit. Penggunaan analisis biaya-manfaat tidak dapat dilakukan secara
sempurna karena tidak semua manfaat bisa dikuantifikasi. Dalam banyak
penelitian (Ives et al., 1983; Bailey dan Pearson, 1983; Doll dan Torkzadeh, 1988;
Seddon dan Yiew, 1992; Mahmood et al. 2000; Doll et al. 2004; Livari, 2004;
Landrum dan Prybutok, 2004), kesuksesan sistem informasi diproksikan oleh
kepuasan pengguna (user satisfaction). Namun, penggunaan kepuasan pengguna
sebagai proksi ini mendapat kritik dari Markus dan Keil (1994). Mereka dengan
kritis mengungkapkan kepuasan tidak akan bermakna banyak ketika sistem itu
tidak menyebabkan peningkatan kinerja individu dan organisasi.
Berdasarkan
kritik tersebut, Laudon dan Laudon (2000) menentukan 5 variabel untuk mengukur
kesuksesan sistem informasi. Variabel-variabel tersebut adalah
·
Tingkat penggunaan yang tinggi (high level of system
use),
·
Kepuasan pengguna terhadap sistem (user satisfaction
on system),
·
Sikap yang positif (favorable attitude) pengguna
terhadap sistem tersebut,
·
Tercapainya tujuan sistem informasi (achieved
objectives ),
·
Imbal balik keuangan (financial payoff).
4.2
Analisis Devisi Teknologi Informasi Pada Perusahaan Export Import
Penggunaan TI (Teknologi Informasi) dalam sebuah organisasi
sangatlah penting, apalagi dalam suatu perusahaan expor impor yang rawan
kesalahan apabila dilakukan pengolahan data secara manual. Untuk menerapkan TI
tersebut harus lah dilihat karakteristik organisasi tersebut sebelumnya.
Peranana teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat dilihat dengan
menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry. Terdapat lima peranan
mendasar teknologi informsi di sebuah perusahaanatau organisasi, yaitu :
6.
Fungsi Operasional
Membuat
struktur organisasi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi
informasi. Karena penggunaanya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit
terkait dengan management teknologi informasi akan menjalankan fungsinya
sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai firm
infrastrukture.
7.
Fungsi Monitoring and Control
Mengandung arti
bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dengan aktifitas di level manajerialembedded di dalam seetiap fungsi manajer.
Sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span
of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi
efektif dengan para manager d perusahaan terkait.
8.
Fungsi Planning and decision
Mengangkat
teknologi informasi ketataran peranan yang lebih strategis lagi karena
keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan
sebuah knowledge generator bagi para pemimpin perusahaan yang dihadapkan pada
realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya.
9.
Fungsi Communication
Secara prinsip
termasuk kedalam firm infrastruktur dalam era organisasi modern, dimana
teknologi informasi di tempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu
perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi
10.
Fungsi Interorganisation
Merupakan
sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang
memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Tipe dan
fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh
terhadap rancangan atau desain struktur organisasi, dan struktur organisai department, devisi, atau
unit yang terkait dengan sistem informasi , teknologi informasi dan manajement
informasi.
4.3
Hasil Analisis Devisi Teknologi Informasi Pada Perusahaan Export
Import
Hasil dari analisis pada devisi teknologi informasi pada perusahaan
export import dapat disimpulkan bahwa devisi teknologi informasi memiliki
beberapa manfaat dalam kemajuan
perusahaan export import diantaranya :
1.
Mempermudah Cara Komunikasi
Dengan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi cara berkounikasi antara karyawan,
suplaiyer, dan pelanggan. Dengan menggunakan media sosial komunikasi dapat dilakukan
tanpa mengenal jarak dan waktu. Selain itu penggunaan media sosial dalam
berkomunikasi juga dapat menghemat biaya.
2.
Memberikan Pengetahuan dan Sumber Informasi
Dengan
perkembangan teknologi, dapat memberikan ilmu pengetahuan dan sumber informasi
melalui internet. Internet dapat memberikan informassi yang dibutuhkan baik
masalah bisnis yang sedang berkembang dan dikelola maupun para kompetitor
bisnis dalam bisnis yang sama.
3.
Manajement Data-Data Perusahaan
Sebelum
menggunakan teknologi informasi cara penyimpanan dokumen memakan tempat dan
juga beresiko. Karena sewaktu-waktu data bisa saja hilang. Dengan adanya
teknologi informasi penyimpanan dokumen-dokumen pada perusahaan dapat dilakukan
dengan mudah. Data dikonversi dalam bentuk digital kemudian disimpan dalam
suatu basis data.
4.
Sistem Informasi Management Perusahaan
Dengan adanya
sistem informasi manajemant pada perusahaan memungkinkan perusahaan untuk
melacak data data-data dalam perusahaan baik data penjualan, biaya dan tingkat
produktivitas. Selain itu dengan mengggunakan sistem informasi manajemen
manager dapat melacak segala transaksi yang terjadi pada perusahaan.
5.
Customer Relationship Management
Penggunaan
teknologi informsasi pada perusahaan diharapkan dapat merancang , mengelola
hubungan pelanggan. Salah satu sistem yang dapat memperbaiki hubungan pelanggan
dengan perusahaan dengan menggunakan Customer Relationship Management(CRM)
adalah suatu sistem yang dapat menangkap setiap interaksi perusahaan terhadap
pelanggan.
6.
Aktivitas bisnis yang tidak mengenal waktu
Dengan adanya
perkembangan teknologi informasi dalam perusahaan juga dapat mempengaruhi
aktivitas bisnis dalam perusahaan dimana bisnis dilakukan selama 24 jam tanpa
mengenal waktu.
4.4
Peranan CIO Dalam Perusahaan Export Import
CIO (Chief Information Officer) adalah seorang manajer jasa
informasi yang menyumbangkan keahliannya tidak hanya untuk memecahkan masalah
yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga bebagai bidang lain
dari operasi perusahaan. Seorang CIO dituntut untut membuat perusahaan mendapat
profit margin yang besar akibat adanya perubahan-perubahan teknologi, pasar dan
reulasi yang membawa dampak perubahan pelaku bisnis
Di dalam buku “Information Systems and Management in Practice”,
Ralph Sprague beserta rekannya Barbara McNurlin menjabarkan bahwa setidaknya
ada lima fungsi utama CIO di sebuah perusahaan (Sprague et.al., 1993)
diantaranya :
1.
Memahami Bisnis
Seseorang CIO
memiliki tugas pertama dan utama yaitu mempelajari dan memahami secara
menyeluruh dan mendetail bisnis yang digeluti perusahaan.
2.
Membngun Citra Devisi
Selain memahami
bisnis tugas CIO yang kedua yaitu seorang CIO haarus dapat membangun
kredibilitas direktorat sistem informasi yang dipimpinnya. Hal ini sangat
penting mengingat banyak sekali karyawan yang menilai bahwa penggunaan sistem
informasi secara strategis merupakan ciri perusahaan di masa mendatang bukan
saat ini
3.
Meningkatkan Mutu Penggunaan Teknologi
Seseorang CIO
memiliki tugas untuk memasyarakatkan teknologi informasi agar dipergunakan
secara aktif untuk karyawan perusahaan. Selain pemberian progrram-program
pelatihan yang bersifat adukatif, diperlukan suatu strategi untuk membuat
karyawan tertarik belajar lebih jauh dan memanfaatkan teknologi informasi yang
ada.
4.
Merencanakan Visi Teknologi informasi
Seseorang CIO
memiliki tugas untuk bersifat proaktif. Membantu perusahaan merencanakan
visinya di masa mendatang adalah salah satucntoh sikap proaktif yang harus
dimasyarakatkan di kalangan perusahaan. Visi pemanfaatan sistem informasi merupakan
bagian integral yang tak terpisahkan dari visi perusahaan secara umum
5.
Pengembangan Sistem Informasi
Seorang CIO
juga harus bisa memanusiakan manusia artinya seorang CIO yang baik harus bisa
memperlakukan karyawannya dengan sebaik mungkin dengan cara memanfaatkan
teknologi informasi untuk membantunya melaksanajkan aktivitas sehari-hari.
4.5
Keselarasan Antara Strategi Bisnis dan TI
Penyelarasan TI dengan strategi bisnis expor impor merupakan kegiatan yang telah lama menjadi
perhatian, tetapi sulit untuk dilakukan karena pada dasarnya strategi bisnis
itu sendiri selalu berubah-ubah. TI diperlukan untuk meningkatkan competitive
advantage bagi perusahaan export impor. Strategi bisnis adalah melakukan
aktivitas yang berbeda untuk memberikan posisi strategis yang lebih baik dari
para pesaing. Dilakukan perencanaan peran TI agar dapat menjadi enabler bagi
strategis bisnis. Peran dapat dibagi
menjadi tiga yaitu sebagai sumber daya operasional perusahaan expor impor,
sumber daya strategis, dan senjata strategis dalam bisnis import import. Pean
TI yang berbeda dalam perusahaan cenderung memberikan tingkat keselarasan yang
berbeda. Peran TI sebagai sumber daya strategis akan lebih selaras dengan
strategi bisnis pada bidang expor impor.
Dalam menyelaraskan TI dan strategi bisnis dibidang expor impor
perlu diperhatikan arah yang ingin dicapai dengan jelas, komitmen, komunikasi,
dan integrasi dari fungsi-fungsi yang
ada dalam organisasi. Enterprise Architecture diperlukan sebagai cetak biru
perencanaan infrastruktur sistem TI agar dapat selaras dengan strategi bisnis
export import yang dijalankan. Proses penyelarasan ini perlu dilakukan secara
berkala untuk memastikan bahwa penggunaan TI selalu sesuai engan strategi yang
dijalankan karena strategi sendiri selalu berubah- ubah dan tidak bersifat
statis.
Keuntungan dari
selarasnya TI dengan strategi bisnis diantaranya yaitu:
1.
Efisiensi Operasional
Keselarasan TI
dan strategi bisnis expor impor akan memberikan keuntungan berupa pengurangan
biaya operasional.
2.
Efektifitas Proses
Keselarasan TI
dan strategi bisnis expor impor dapat meningkatkan efektifitas proses.
3.
Penciptaan Kesempatan
Terbukanya
kesempatan-kesempatn baru untuk menjalankan strategi baru dalam bidang expor impor
4.
Efisiensi Otomatisasi
Hubungan antar
arah strategis dari perusahaan dan teknologi architectur untuk mendukung
rencana masa depan perusahaan , akan diambil keputusan – keputusan proyek
otomatisasi untuk perusahaan secara keseluruhan.
4.6 Mengatasi
Masalah Dalam Perusahaan
Dalam mendirikan
sebuah bisnis banyak sekali faktor- faktor penghambat atau kendala kemajuan
bisnis pada PT Trans Asia Pacific. Berbagai kendala yang
muncul dalam bisnis expor impor pada PT Trans Asia Pacific diantaranya:
1. Masalah pengumpulan dan masalah angkutan
darat
Masalah pengumpulan merupakan persoalan
tersendiri, bagaimana caranya mengumpulkan barang itu dari tempat-tempat kecil
dan dari produsen yang tersebar itu. Bidang prasarana ekonomi yang ada memang tidak
sempurna, sehingga dalam banyak hal menjadi hambatan dalam usaha seningga PT Trans Asia Pacific berusaha melakukan perbaikan
dalam bidang-bidang lain.
2. Masalah pembiayaan Rupiah ( Rupiah
Financing)
Persoalan pembiayaan ini merupakan pesoalan
yang penting pula, apakah keuangan sendiri dari setiap pengusaha cukup kuat
untuk membiayainya, ataukah tidak perlu bantuan dari bank-bank pemerintah atau
badan-badan keuangan lainnya. Kalau demikian halnya sampai sejauh mana
pemerintah dapat memberikan bantuan dalam pemecahan persoalan pembiayaan rupiah
ini.
Barang ekspor kita sebagian dihasilkan oleh
produsen kecil ataupun hanya dipungut dari hutan-hutan, laut dan sungai.
Produsen atau pengumpul pertama itu mempunyai tingkat pengetahuan dan cara
pengolahan yang tidak sama, sehingga barang yang dihasilkan belum mempunyai
mutu yang seragam, bahkan mungkin sekali belum dilakukan pengolahan sama
sekali. Barang masih sedemikian itu sudah tentu belum dapat diperdagangkan ke
luar negeri, tetapi masih perlu di olah lebih dahulu.
3. Masalah sortasi dan Up-grading (sorting
& up-grading)
Baik di desa maupun di kota-kota pelabuhan
barang-barang yang sudah terkumpul harus disimpan dengan baik dan dimasukkan di
dalam karung ataupun peti yang kuat sehingga terhindar dari kemungkinan
kerusakan selama dalam penyimpanan atau selama dalam perjalanan. Jadi dalam hal
inipun tidak dapat diabaikan persoalan
Dalam mengatasi kendala-kendala tersebut seseorang CIO harus
melakukan langkah-langkah berikut diantaranya :
1. Menyederhanakan TI dan Melakukan Transformasi
pada Pengeluaran Anggaran: dengan cara Hilangkan Kebiasaan Mengelola Anggaran
80/20. Pengambilan
keputusan yang lugas dalam mengambil sebuah pendekatan baru yang sangat berbeda
dari infrastrutur TI merupakan salah satu dan satu-satunya cara para CIO dapat
mengeluarkan pembiayaan yang diperlukan dalam mengejar inisiatif-inisiatif baru
yang penting tanpa diragukan lagi, walaupun hal ini tidaklah semenarik Social
and Business Analytics dan Cloud.
2. Memimpin Revolusi Sosial: Mendorong
Perusahaan-perusahaan Berkemampuan Sosial. Ketika media sosial mulai menyerang
dunia korporasi, perilaku tradisional yang kebanyakan dilakukan CIO memicu
tindakan oposisi secara cepat dan tanpa syarat pada alat-alat sosial yang ada
atas dasar tantangan keamanan dan kurangnya pemahaman. Beberapa CIO sepakat
untuk menurunkan ekspektasi mereka (tetapi membatasi dengan cara menghilangkan
problem yang ada di perusahaan).
3. Memperlancar
Intelijen Perusahaan : yaitu dengan menciptakan Rantai Peluang Enterprise yang Luas.
Membangun namun melampaui gagasan-gagasan yang ada pada rantai pasokan (supply
chain) dan rantai permintaan (demand chain) dan data warehouses dan data marts,
Rantai Peluang (Opportunity Chain), mengubah informasi berorientasi internal
ke informasi berfokus pada pelanggan dan pertumbuhan yang didorong oleh peluang. Sebagai
tambahan, konsep Rantai Peluangmenyediakan kerangka kerja pasar dan konteks
yang ada dengan mengeksploitasi potensi bisnis yang kaya terhadap business
analytics dan lonjakan data (big data).
4. Lakukan Pendekatan Ekonomi: Gabungkan Back
Office dan Front Office Menjadi Customer Office. Salah satu kemampuan yang
paling berharga dari seorang CIO adalah kemampuan untuk terlibat dan mengerti
tidak hanya sebagian tetapi semua keseluruhan proses perusahaan. Mulai dari
manufaktur ke pemasaran, dari procurement ke pengembangan produk, dari keuangan
ke Facebook, CIO dan tim teknologi bisnis memiliki pandangan yang luar biasa
mengenai bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, prioritasnya apa saja, serta
peluang-peluangnya.
5. Meningkatkan
Strategi Cloud ke Memungkinkan Transformasi Bisnis oleh
Cloud. Tanpa bertanya, CIO harus memiliki strategi dan perencanaan yang detil
untuk komputasi cloud dan kebanyakan dari mereka telah memilikinya. Namun, CIO
yang strategis akan melakukan kolaborasi dengan CEO dalam mengembangan
perencanaan teknologi beberapa bulan ke depan sehingga menjadi suatu visi yang
lebih luas dan dapat melakukan transformasi bisnis dalam seluruh korporasi.
7. Transformasi Big Data menjadi Pandangan,
Visi dan Kesempatan yang Luar Biasa. Beberapa tahun terkahir ini, kebanyakan
pembicaraan mengenai big data telah menyimpang dari fakta bahwa isu yang
sebenarnya adalah memungkinkan analisis intelijen dan instan untuk memberikan
pandangan-pandangan yang optimal bagi keputusan bisnis yang diambil. Para CIO
perlu untuk memastikan bahwa mereka dengan benar melihat pada volume tinggi,
tantangan-tantangan dengan percepatan tinggi: sebagai roda bisnis bukan proyek
teknologi.
8 .Memimpin dalam Pertarungan: Sistem Rekam
Mengawini Sistem Engagement. Sistem-sistem back-end yang tradisional mungkin
kuat dan terbukti handal tetapi sistem tersebut tidak dilengkapi untuk
mengatasi percepatan aliran-aliran baru data dan informasi dari sosial, video,
pengalaman pelanggan, dan masih banyak lagi.
9. Memimpin dengan Kecepatan: CIO sebagai
Pemimpin Percepatan. Untuk pertama kalinya penggunaan model aspiratif ini
disarankan kira-kira 18 bulan lalu ketika Bob Evans menulis yang berikut dan
rasionalnya bagi CIO untuk berfungsi sebagai seorang pemimpin percepatan dalam
korporasi, bahkan menjadi lebih nyata hari ini.
10.Tekuk Nilai Kurva: Lebih Banyak Inovasi,
Lebih Sedikit Integrasi. Selama 30 tahun belakangan ini, vendor-vendor
teknologi telah memperkenalkan aliranproduk-produk barunya secara umum, yang
tidak hanya lebih kuat dan mumpuni tetapi juga lebih kompleks, dmembutuhkan lebih
banyak volume untuk melakukan integrasi, testing, tuning, modifikasi, patching,
peningkatan, monitoring dan lain
sebagainya .
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Dari hasil laporan ini dapat disimpulkan bahwa :
1.
adanya pengaruh dari penerapan sistem informasi eksekutif di PT
Trans Asia Pacific yaitu perusahaan yang bergerak dibidang ekspor import. Dimana
dari penerapan sistem informasi eksekutif tersebut perusahaan lebih efektif dan
efisien dalam mengambil suatu keputusan pada top management.
2.
Pengaruh yang ditimbulkan yaitu : proses pengolahan data lebih
cepat dan akurat dibandingkan dengan perhitungan secara manual. Selain itu sistem
juga dapat membantu top manajement memberikan gambaran real dari perusahaan
tersebut sehingga bagian top management dapat menentukan suatu kebijakan dan
keputusan sesuai dengan keadaan dari PT Trans Asia Pacific.
3.
Kelebihan dari penerapan sistem informasi eksekutif pada PT Trans
Asia Pacific diantaranya yaitu :
a.
pengolahan data pada PT Trans Asia Pacific dapat dilakukan dengan
cepat dan akurat
b.
pengolahan dilakukan secara komputerisasi
c.
menghemat biaya waktu
d.
Meminimalisir terjadinya redudansi data
e.
data dan laporan PT Trans Asia Pacific di olah secara terinci
f.
membantu top manajement dalam mengambil keputusan
g.
laporan ditampilkan dalam bentuk visual (grafik, diagram) sehingga
mudah dipahami
Sedangkan kekurangan dari sistem informasi Eksekutif pada PT Trans
Asia Pacific yaitu :
a.
kurang nya keamanan sistem
b.
adanya menu-menu yang masih tidak terpakai
c.
tidak dapat menampilkan tracking dari suatu pengiriman
d.
sikurangnya transparasi keuangan pada sistem
5.2
Saran
Berdasarkan dari
hasil analisis penerapan sistem informasi eksekutif pada PT Trans Asia Pacific penulis mengemukakan saran-saran yang
sekiranya dapat bermanfaat bagi pemakai yaitu :
1.
Pada dasarnya system ini sudah baik tetapi masih di
perlukan perbaikan-perbaikan menu-menu yang sudah ada tetapi masih belum bisa digunakan secara optimal
2.
Sistem memerlukan perbaikan keamanan agar data-data yang disimpan
dapat terlindungi dengan optimal agar tidak mudah diretas oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab
3.
Perlunya manual book/ panduan dalam pengoperasian sistem agar
sistem dapat digunakan secara optimal.
4.
Perlunya pembaruan dan pengembangan sistem agar informasi yang dihasilkan lebih update.
DAFTAR PUSTAKA
Jogianto.(2005).Analisis
Dan Desain Sistem Informasi.Yogyakarta:Penerbit Andi.
Chr,Jimmy
L.Gaol.(2008).Sistem Informasi Manajemen .Jakarta:Grasindo.
Mcleod,Raymond
dan Schell.(2007).Sistem Informasi Manajemen.Edisi 9 . Jakarta:PT.Index
Abdul
Kadir.(2012).From Zero To A Pro HTML 5.Yogyakarta:Penerbit Andi.
Kertahadi.(1995)
Sistem Informasi Manajemen, Ikip Malang, Malang. Andjarsari, Retno. 2010.
Implementasi
Web Sistem Informasi Geografis untuk menampilkan informasi kecelakaan lalu
lintas berbasis pustaka mapserver. Surabaya : Tugas Akhir Jurusan Teknik
Informatika, Fakultas Teknologi Informasi ITS
Prahasta, Eddy.
2005. Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: CV. Informatika.
Yuliadji RW,
Suryono GF, Ruben A. 1994. Aplikasi SIG untuk Pemetaan Informasi Pembangunan.
Di dalam Agus W, R Djamaludding,G Hendrarto, editor.Remote Sensing &
Geographic information Systems. Jakarta.